Bentuk dan Contoh Budaya Politik Partisipan

Hai Assalamualaikum Sahabat PandaiBelajar! Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang Bentuk dan Contoh Budaya Politik Partisipan, dalam hal ini ada beberapa hal yang dibahas yaitu, Bentuk-bentuk Budaya Politik Partisipan, Partisipasi Politik, dan Contoh Budaya Politik Partisipan. Dari pada kepanjangan, mari langsung saja menuju ke pembahasan di bawah ini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat!

www.pandaibelajar.com


BENTUK-BENTUK BUDAYA POLITIK PARTISIPAN 

Budaya politik partisipan adalah tipe budaya politik  yang dinilai sangat ideal, di mana di dalam sistem budaya politik ini orientasi politik rakyat tidak hanya bersifat kognitif atau afektif saja, tetapi sudah merupakan orientasi politik yang memiliki sifat evaluatif yang ditandai dengan rakyat memiliki kemampuan dalam hal menilai dan mengontrol semua kebijakan dari para pemegang kekuasaan dalam suatu pemerintahan.

Partisipasi politik dalam cakupan pengertian secara umum berarti keterlibatan seseorang atau sekelompok orang dalam suatu kegiatan politik tertentu. Partisipasi politik terdapat beberapa sasaran yang ingin dan akan dituju, yaitu proses pembuatan keputusan dalam berpolitik. Dengan arti lain, partisipan yaitu orang yang berpartisipasi dalam kegiatan berpolitik yang bertujuan untuk mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil agar keputusan itu menguntungkannya atau tidak merugikannya sedikitpun.

Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan partisipasi politik atau politik partisipan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh warga negara di dalam suatu negara baik secara individu maupun kolektif, atas dasar keinginan sendiri maupun dorongan dari pihak lain yang tujuannya untuk mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah setempat, agar keputusan tersebut menguntungkannya atau tidak merugikannya sedikitpun. 

Ada empat bentuk partisipasi politik menurut Samuel Huntington dan Joan M. Nelson dalam bukunya yang berjudul Partisipasi Politik; Tak Ada Pilihan Mudah (1984) sebagai berikut. 
  1. Kegiatan pemilihan, yang mencakup dalam memberikan suara, atau sumbangan-sumbangan untuk kampanye, bekerja dalam suatu pemilihan, mencari dukungan bagi seorang calon yang diusung, atau melakukan tindakan yang bertujuan mempengaruhi hasil proses pemilihan.
  2. Lobbying atau melobi, yaitu upaya-upaya perorangan atau kelompok untuk menghubungi pejabat-pejabat pemerintah dan pemimpin-pemimpin politik dengan maksud dan tujuan untuk mempengaruhi keputusan-keputusan mereka mengenai persoalan-persoalan yang menyangkut sejumlah besar orang yang berkecimpung dalam hal tersebut. Misalnya, lobbying yang dilakukan oleh anggota DPR, atau yang dilakukan tokoh masyarakat kepada pemerintah untuk mempercepat proses pembangunan di daerahnya masing-masing yang merupakan tanggung jaab bersama antara pemerintah dan juga masyarakat sekitar. 
  3. Kegiatan organisasi, yang menyangkut partisipasi sebagai anggota atau pejabat dalam suatu organisasi dengan tujuan utamanya untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan yang akan diambil oleh badan yang bersangkutan yaitu pemerintah. 
  4. Mencari koneksi, yaitu tindakan perorangan yang ditujukan terhadap pejabat-pejabat pemerintah dan biasanya dengan maksud memperoleh manfaat yang hanya dirasakan oleh satu orang atau beberapa orang saja. 
  5. Tindakan kekerasan, yaitu upaya untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh pemerintah dengan jalan yang menimbulkan kerugian fisik berupa kekerasan yang berdampak buruk terhadap pejabat pemerintahan atau harta benda. Kekerasan dapat ditujukan untuk mengubah pimpinan politik kekerasan ini biasa dilakukan dalam bentuk kudeta dan pembunuhan, mempengaruhi kebijaksanaan pemerintah dalam bentuk huruhara dan pemberontakan, atau mengubah seluruh sistem politik dalam bentuk revolusi. Kekerasan hanya dilakukan setelah tertutupnya kesempatan berpartisipasi politik secara damai dan cara ini tidak baik karena akan menimbulkan banyak korban, kecuali jika dalam keadaan-keadaan tertentu, seperti revolusi menuju hal yang jauh lebih baik.



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »